Kritik Pemerintah Terus, Nggak Takut Kehilangan Job Blogging!?

By | July 28, 2018

Pas lagi ngedraft tulisan review kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury, tiba tiba ada yang komentar di facebook…. menarik sih 🙂 Pending dulu tulisan tentang review Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury deh! Nanti dilanjutin lagi!

Sudah nggak sabar banget nyelesaiin review dan vlog naik kereta Argo Bromo Anggrek Luxury ini!

Sudah nggak sabar banget nyelesaiin review dan vlog naik kereta Argo Bromo Anggrek Luxury ini!

Komentarnya kayak gini…

Isinya…

Mas mau nanya cuma ingin tahu pengalamannya karena saya sepertinya sudah mengalami atau masih sedang mengalami gitu… 

Mas Rijal kan Blogger atau Influencer salah satu yg terkenal ya. Nah akhir -akhir ini saya liat Mas share postingan2 “bernada” mengkritik pemerintah. Ini hanya opini saya IMHO

Terus, apa nggak khawatir (atau sudah terjadi?) semacam klien atau agency yang memperkerjakan Mas sebagai Blogger, melihat jejak-jejak digital ini? Maksudnya bukan hanya melihat tapi terpengaruhi yang akhirnya berdampak pada job Mas? Atau punya tips tersendiri Mas? Semisal, silahkan share postingan-postingan mengkritik pemerintah, asal posisi karir Bloggernya sudah “kuat” atau sudah tidak goyah gitu… Gimana Mas? CMIIW 

Jawaban saya….

Pertama, saya percaya setiap manusia sudah ada rejekinya. Jadi saya percaya, apapun yang saya lakukan, asal kerja keras, pasti ada hasilnya. saya percaya sama tuhan, saya gak bakal kelaparan kalau mau bekerja.

Semua yang saya share, biasanya dari media yang kredible, Tirto, media independen, media luar negeri yang memang berkualitas. Kalaupun saya memang salah waktu share berita, saya bakalan klarifikasi.

Kalau masalah job, kebetulan sumber penghasilan saya nggak cuma dari blogging dan influencer saja. Kalau ada yang nggak ngasih kerjaan ke saya karena saya nggak terlalu pro sama pemerintah sekarang, ya silahkan. Saya juga nggak pro banget sama oposisi. Saya nggak setuju sama segalah hal yang mungkin membawa negara ini kearah nggak baik.

Saya mau dipekerjakan karena saya memang professional dan dibutuhkan sesuai skill saya. Lagipula kalau masalah blogging, masih ada yang namanya google adsense. Bisa diukur, nggak bias ngelihat saya dukung siapa, baru dikasih duit.

Meski jadi influencer, saya nggak bakalan mau menjual diri atau menjadi penjilat lah. Harus tetap independen. Saya tidak mendukung seorangpun disini, tapi suatu saat saya mau indonesia bisa setara dengan negara maju lain. Jadi kenapa harus takut?

Kayaknya bisa jadi topik menarik buat ditulis di blog nih. Nanti saya coba tulis deh 

Saya pun menulisnya disini….

Nggak kaget sih, soalnya belakangan ini emang lagi banyak banget berita-berita yang bikin saya geleng kepala. Tapi dari rekam jejak saya, kok belum pernah saya share hoax. Yang ribut-ribut masalah bendera kemarin saja kan ternyata bukan hoax. Tapi tetep saja, beritanya bakalan terlupa, dan menguap begitu saja ke udara.

Remotivi, salah satu media independen yang kontennya selalu menarik dan saya percaya.

Apakah memang benar yang terjadi seperti ini? “Pemerintah emang ngurangin subsidi BBM, tapi beban subsidi pindah ke Pertamina.”

Yang kayak gini masak didiemin jugaa, padahal ini kan website propaganda pemerintah sekarang. Kalau buat keperluan propaganda mereka sendiri dikerjainnya setengah-setengah, gimana yang untuk kebutuhan rakyat?

Saya kaget juga sih, ternyata kalau realitas di Batam seperti ini. Jadi penasaran pengen lihat batam secara langsung.

Berita dari Tempo bukan hoax kan?

Pariwisata di Indonesia itu bak pedang bermata dua, itulah kenapa kadang saya lebih tanpa beban kalau menulis tentang destinasi luar negeri.

Sebagai praktisi digital, saya tahu apa itu bot, dan memang beginilah adanya, perang informasi yang sesungguhnya terjadi di media sosial.

Ini lebih karena kaget saja, selama ini pertamina terkesan sehat, ternyata kok mau jual aset. Ada apa? Sebagai orang awam, saya pasti bertanya tanya!

Saya share berita dari vice.com. Saya sudah mengikuti banyak berita dari vice sebelum vice menulis dalam bahasa indonesia. Saya sering menonton film dokumenter mereka tentang konflik di timur tengah.

Saya Share Berita Penjara Rasa Kost

Bahkan saya share berita dari bloomberg karena tergelitik dengan judulnya

Tenang saja, semua berita, konten atau apapun yang saya share pasti saya baca dulu. Karena itu pertanggung jawaban saya paling dasar sebelum membagikannya ke akun media sosial saya. Bukan share dulu baru baca, dan ternyata isinya hoax. Bahkan kadang saya sering kroscek dulu dengan beberapa media lain, apakah berita yang saya share itu benar. Dan, sekali lagi, kalaupun saya kecolongan, saya tentu akan bersedia untuk klarifikasi, dan meminta maaf ke publik kalau diperlukan.

Selain share, beberapa berita diatas di akun facebook saya, bahkan saya juga sempat nulis ini “Gara-Gara Demo Karyawan Pertamina Protes Ke Menteri Rini Soemarmo, Gue Jadi Inget Tulisan Manufactoring Of Hope Pak Dahlan Iskan“. Soalnya, dari yang saya ingat, memang waktu Menteri BUMN pak Dahlan Iskan, kemajuannya banyak banget. Yang bisa kelihatan, salah satunya adalah revolusi Kereta Api. Kalau nggak ada gebrakan waktu itu, mungkin jaman sekarang PT KAI gak sebagus sekarang.

Jadi, apakah saya takut kehilangan project, nggak dapet job blogging karena mengkritik? Apa gunanya jadi blogger kalau takut mengkritik sesuatu yang salah? Kalau ada yang nggak bener, ya publik berhak tau, bukan diam saja. Apalagi mayoritas media mainstream jaman sekarang sudah dikuasai golongan tertentu. Sekarang, hanya segelintir media saja yang bisa saya percaya.

Entah penguasa, atau oposisi, sama bae! Saya sih, mencoba ditengah tengah saja. Saya nggak peduli siapapun yang memimpin Indonesia, asal bisa maju. Tapii… kalau lihat calon presiden di pemilu tahun 2019, kok semuanya sama. Suram semua~ Sekarang, yang saya pikirkan cuma… bagaimana saya bisa bertahan hidup dengan nyaman dan damai di desa dengan keluarga tercinta.

Jadi disini ada yang takut mengkritik sesuatu karena akan kehilangan pekerjaan? Rejeki ada di tangan tuhan, kalau emang sudah waktunya dapat, nggak akan ada yang bisa menghalanginya. Begitu juga sebaliknya! Ayo berdiskusi di kolom komentar!

7 thoughts on “Kritik Pemerintah Terus, Nggak Takut Kehilangan Job Blogging!?

  1. Titi Alfa Khairia

    Saya juga miris dg media dan blogger sekarang. Semua membisu menutup mata terhadap kondisi negara yg amburadul. Takut kehilangan job? Rejeki Allah seluas langit dan bumi

    Reply
  2. Firsty ukhti molyndi

    Mengkritik bukan berarti membenci justru tanda sayang kita pada pemerintah. Apa gunanya memuji kalau itu ternyata hanya bualan semata. Ibarat digombalin cowok tapi ternyata dia nggak setia. Lebih baik dinasehatin cowok tapi dia tulus kan?

    Reply
  3. lindaleenk

    Aku ga terlalu mengikuti sih soal politik, dan yang kayak gitu biasanya berhenti pada tahap dibaca saja dan jarang ngeshare.
    Paling kalaupun naik ke tahap diskusi ya diskusi offline
    dan aku setuju untuk selalu independen, sebagaimanapun itu.. ga asal jilat sana sini
    untuk yang inu ini mah jadiin gosipin offline aja :))

    Reply
  4. Nasirullah Sitam

    Mengkritik pemerintah itu hal yang lumrah, toh tujuannya untuk menginformasikan ada hal yang mungkin belum benar, belum maksimal, dan belum dimanfaatkan dengan baik.
    Yang dilarang itu “nyinyirin pemerintah” dengan modal tulisan-tulisan sentimen kadang cenderung hoaks hahahhaha.

    Seng sabar mas hahahahaha

    Reply
  5. Ahmed Tsar

    Baru bisa komen soalnya baru ada paket data….

    Mantap Mas, yup pesannya saya tangkap asal tidak hoaks dan independen dari pemerintah serta bertanggung jawab. Tinggal framingnya nih. Kalau share terus berita kritik atau sebaliknya share terus berita baik, siapkah dinilai sebagai Blogger pengkritik atau sebaliknya “katakanlah” Blogger penjilat?

    Reply

Leave a Reply