Kalau Rezim “Influencer” Bisa Jatuh, Gimana Dengan Rezim “Blogger” dan “Konten Kreator”?

By | July 12, 2019

Gara-gara baca tulisan “Menunggu Kejatuhan Rezim Influencer”, tiba tiba pengen nulis opini di facebook, sambil sharing tulisanya. Eh! Tapi ini malah jadi satu blogpost di bloggerpi.com.

Menurut saya, kalau Influencer beneran jatuh sih enggak ya, mungkin platformnya aja yang bakal ganti. Nggak tau ya tapi kalau influencer abal abal atau influencer modal beli follower.

Karena dunia media sosial ini memang sangat dinamis. Misalnya, dulu twitter pernah sangat berjaya, lalu instagram, dan mungkin… setelah ini youtube (Subscribe dong ke channel https://www.youtube.com/catperku). Atau, bisa jadi pada masa depan ada lagi media sosial baru untuk mencari doku atau duit yang lebih besar dari Instagram atau Youtube.

Biar gampang jelasinnya, saya mau share pengalaman pribadi saja. Dulu waktu twitter berjaya, cukup banyak projek jutaan dari twitter. sekarang, ratusan ribu pun tidak ada.

Kecuali mau ambil kerjaan buzzer politik. Tapi saya big no, meski bisa dapet banyak, tapi ngebuzz politik itu kayak ikut ikutan money politik. Pun, twitter sekarang masih sangat berguna untuk keperluan off page seo, karena itu akun twitter saya masih aktif semua, untuk keperluan SEO.

Instagram sendiri sangat laku 2-3 tahun lalu, sampai sekarang. Bahkan tahun lalu penghasilan terbanyak saya dari campaingn di Instagram (Saya jarang audit, tapi pernah tembus belasan juta pada 1 campaign di Instagram).

Tapi saya nggak tahu akan bertahan sampai kapan hal ini. Sekarang, sepertiya fokus ke Google Adsense lebih menjanjikan. Kalau sudah jalan, ditinggal tidurpun tetap dapat dolar. Tapi saya belum sampe level itu sih, baru cukup buat bulanan saja.

Dibanding beberapa suhu master adsense yang lain, revenue saya masih kecil. Tapi satu yang saya percaya, fokus ke Google Adsensse ini nggak ada ruginya. Main bersih aja, nggak perlu nuyul segala.

Dibanding beberapa suhu master adsense yang lain, revenue saya masih kecil. Tapi satu yang saya percaya, fokus ke Google Adsensse ini nggak ada ruginya. Main bersih aja, nggak perlu nuyul segala.

Kembali ke Instagran, sekarang memang ada banyak sekali perubahan di Instagram, semenjak dibeli facebook, dan founder instagram keluar dari Instagram. Seperti misalnya untuk mendapatkan reach organik sangat susah untuk niche tertentu. Instagram seolah-olah memaksa usernya untuk memasang iklan.

Singkatnya, menjadi instagram influencer masih bisa menghasilkan, tapi enggak tahu sampai kapan. Namun yang pasti, terjun ke bisnis digital itu ya sama kayak dunia bisnis lain. Harus tahan banting dan selalu aware dengan perubahan.

Terjun Ke Bisnis Dunia Digital Harus Tahan Banting

Iya, kalau beneran influencer dan kreator sejati, nggak akan mati cuma karena hal ini. Karena mereka ini adalah orang-orang kreatif, jadi kalau beneran influencer dan kreator sudah punya rencana jauh – jauh hari untuk menghadapi segala macam perubahan di dunia digital. Terjun ke dunia digital berarti harus siap dengan segala macam perubahan dong? Harus tahu kira-kira apa saja media sosial, atau platform yang masih bisa “diduitin”.

Kalau masalah itu, saya mau share aja dikit. Satu hal yang saya percaya akan bertahan lama, dan bahkan bisa meningkat juga bisa bersaing dengan media mainstream adalah platform “blog”. Kenapa saya begitu percaya dengan Blog? Karena selama kurang lebih menggeluti platform ini, belum pernah ngerasa “turun”. Yang ada malah makin naik revenue dari blog.

Bahkan revenue dari Blog ini termasuk yang konstan dan lumayan banyak. Prediksi saya, penghasilan dari blog malah cenderung meningkat, terutama dari Google Adsense.

Kalau saya, In google adsense we trust!

Kalau saya, In google adsense we trust!

Enaknya lagi kalau di platform blog itu, kamu nggak perlu cantik atau ganteng buat terkenal kayak di Instagram. Ya meski mungkin foto ilustrasi yang kece akan memberi nilai tambah. Yang pasti, hal yang kamu perlukan di platform blog adalah kemampuan bercerita dan KONSISTENSI.

Lho bukan kemampuan menulis juga? Iya, tapi itu nggak mutlak, karena saya juga memulai dari nggak bisa menulis. Kalau membaca tulisan pertama saya di travel blog catperku.com, saya selalu pengen ketawa. Kok bisa dulu saya nulis seperti itu. Ini tulisan pertama saya di catperku.com yang dulu domain namenya masih catperku.co.cc (kalau nggak salah), namun sudah sempat saya rewrite sedikit agar lebih enak dibaca.

Lalu kedua adalah traffic, karena dengan traffic yang banyak kamu bisa independent sebagai blogger, tanpa harus mengemis ke pihak sponsor atau brand. Lalu dapat duit darimana untuk hidup? Ya dari google adsense. Inilah yang saya percaya bakal bertahan lama, meski berbagai macam media sosial naik turun kayak saham.

Selama masih ada google search dan google adsense, rasanya bakal susah ada yang namanya “Kejatuhan rezim blogger”. Kecuali Google bangkrut, mungkin saya bakal seriusin jadi peternak ikan Gurame saja deh. Selain itu, kalau traffic kamu gede, pengiklan bakal datang sendiri kayak semut. Karena sampai sekarang ini, traffic adalah gula yang manis untuk para pengiklan.

Tapi, bagaimana cara mendapatkan traffic? Salah satunya adalah dengan SEO, tapi saya nggak akan bahas ini karena sudah terlalu banyak yang bahas di Internet. Kedua, menulislah tulisan yang berguna untuk manusia, selain untuk “robot pencari”. Paling tidak, itulah yang selama ini saya lakukan hingga sampai sekarang ini.

Lalu Kamu Masih Mau Jadi “Influencer” Mi? Kalau Rezimnya Jatuh Beneran Gimana?

Kalau takut sama "Jatauhnya Rezim Influencer" mending nggak usah, itu berat, biar saya saja. Biar gak banyak saingan maksudnya :D

Kalau takut sama “Jatauhnya Rezim Influencer” mending nggak usah, itu berat, biar saya saja. Biar gak banyak saingan maksudnya 😀

Saya sendiri nggak pernah melabeli sebagai “influencer” selama ini, karena memang saya merangkak di dunia digital ini sebagai blogger. Pun pada perjalanannya, saya lebih nyaman dikenal sebagai “konten kreator”. Karena memang setiap harinya pekerjaan saya adalah membuat konten. Baik itu foto, video ataupun tulisan.

Secara personal, saya siap dengan segala perubahan yang terjadi di dunia digital. Karena semenjak resign dari pekerjaan programmer dan mas mas kantoran, saya sudah mempersiapkan diri untuk menerima segala konsekuensi dan resiko menjadi seorang yang bebas.

Perlu diketahui, resign bukan hanya tentang “Quit my job and travel the world”, tapi juga sudah harus siap dengan segala resiko yang terjadi akibat hal itu.

Yang pasti, saya nggak takut dengan perubahan, karena sebagai manusia, kita diberi kemampuan untuk beradaptasi. Faktanya, perubahan itulah yang malah membuat saya tidak bosan. Sampai sampai, tidak terasa kalau sudah sekitar 4 tahunan saya melepas title sebagai mas mas kantoran. Sampai kapan? Saya tidak tahu, karena saya masih menikmati jalur serba tidak pasti yang saya pilih ini.

Kalau kamu, masih ada yang ngebet jadi influencer?

18 thoughts on “Kalau Rezim “Influencer” Bisa Jatuh, Gimana Dengan Rezim “Blogger” dan “Konten Kreator”?

  1. Daruma

    Setuju banget mas.. gak cuma teknologi atau sosial media aja yang semakin maju . Kita juga manusia harus lakukan perubahan yg lebih baik minimalnya dari perubahan utk diri sendiri dulu. Ayo beradaptasi dengan zaman jangan menciptakan zaman sendiri.

    Reply
  2. nudizak

    Bahasan yang menarik nih, makasih nih udah sharing pemikirannya. Eh mas kalau mau baca-baca fotografi boleh mampir ke blog saya juga deh, ehe, sori ikut promosi dikit.

    Reply
  3. Dangduters

    Sepakat dengan opini mas Rijal. Opiniku, blogger masih punya banyak ruang untuk mendapatkan profit dari konten yang dibuatnya. Tapi, perlu banyak kreatifitas dalam pembuatan konten blog.

    Reply
  4. Arif Rudiantoro

    Terimakasih,
    Seneng ane mas baca postingan ini sebagai pemacu yang terkadang kendor dalam mengurus blog hehe semangat nulisyg bermanfaat tuk manusia dan robot pencari 🙂

    Reply
  5. Risalah Husna

    Selagi Google belum bangkrut, blog akan terus ada. Sekarang kan klo mau cari referensi apa aja pasti nyarinya di google. Apa sih yang ngga ada di google :p

    Reply
  6. Rizal am

    Keren artikelnya, inspiratif.. saya juga slalu yakin kalo blog masih tetap eksis.
    Bagi tipsnya dong untuk blog niche yg gak populer misalnya pendidikan dsb..

    Reply
  7. Lia Harahap

    Syukurlah kalau blog masih terlihat aman sampai kapanpun. Karena sejujurnya saya mulai jenuh sama perkembangan blog. Lagi asyik lihat growth nya YouTube hehehe. Cuma kayaknya gak bisa ditinggal juga salah satunya. Karena menurut saya dua2nya melengkapi.

    Reply
    1. [email protected] Post author

      Blog dan youtube saling melengkapi, apalagi kalau blog dan channel youtubenya satu niche. Bisa dibilang, malah saling menguatkan.

      Reply
  8. Akarui Cha

    Huuumm antara iya dan nggak sih.

    Jadi influencer itu berat tapi ya namanya pilihan, jadi haruslah diperjuangkan.

    Reply
  9. Sabda Awal

    saya ga pernah kepikiran buat jd influencer, jatuhnya ilrezim influencer mungkin terkhusus untuk akun yg beli follower aja mas tp kalau yang bener2 punya pengikut asli mereka ga bakalan jatuh, karena ngasih impact ke brand yang mereka promosikan.

    saya kepikiran jd utuber karena trend orang2 sekarang nonton utube,

    sementara untuk blogger sendiri ga bakalan tumbang deh, karena disupport dari google search juga dan revenue saya juga naik dari GA

    Reply
  10. Sulung Siti Hanum

    Setuju banget ini. Platform social media memang gonta-ganti, tapi sebagai konten kreator seharusnya bisa memikirkan ide kreatif di setiap platform yang muncul ke depannya. Sama kaya buka usaha ya, Kreasi gak pernah berhenti

    Reply
  11. Heizyi

    Bener, namanya “Masa Kejayaan,” semua golongan pasti punya. Tapi biar nggak tergerus perubahan, ya harus kreatif dan konsisten. Iya gak?

    Reply

Leave a Reply