Informasi Caleg Di Website KPU Gak Jelas CUK! Ide Sederhana Untuk Pileg Selanjutnya Agar Lebih Baik

By | April 18, 2019

Mumpung hype pemilu masih panas, gue mau bahas sesuatu yang menurut gue, jauh lebih mengganjal dibanding keriuhan pilpres selama ini.

O iya, akhirnya gue ikut berpartisipasi dalam pemilu setelah sekian lama absen dari pesta demokrasi 5 tahunan ini.

Dari dulu menurut gue para penguasa itu nggak bener-bener memikirkan rakyatnya. Mereka itu bullshit, cuma keliatan bagus pas mau pemilu aja. Diluar masa pemilu, bodo amat, lu siapa?

Tapi pada Pemilu tahun 2019 ini gue mau bertaruh, coba percaya kepada sistem sekali lagi. Nggak penting capres gue menang atau kalah, tapi sepertinya kali ini gue dapat hidayah untuk mencoba berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia.

Setelah skip 3 periode pemilu, gue milih juga untuk pertama kalinya.

Setelah skip 3 periode pemilu, gue milih juga untuk pertama kalinya.

Pilih Calon Presiden Itu Gampang, Tapi Pilih Caleg Di Pemilu Tahun 2019? Stress Gue! Beneran!

Pemilu 2019 kali ini milih calon presiden gampang banget. Wong pilihanNya cuma dua. Hampir tiap hari menjelang pemilu mereka nongol di TV dan timeline media sosial.

Rekam jejaknya juga jelas, tinggal pilih sesuai hati nurani atau ikutin figur favorit kamu. Kebetulan saya ngikut pilihan figur favorit saya Abah Dahlan Iskan.

Kalau beliau nggak deklarasi milih salah satu paslon, mungkin gue bakalan GOLPUT lagi, dan nggak tau betapa ribetnya memilih para calon legislatif di pemilu.

Terus, Kenapa gue bilang pilih caleg ribet?

Pertama, partai di Indonesia lumayan banyak, terus caleg yang ada di tiap partai nggak kalah banyak juga. Kertas suaranya aja segede gaban, sampe riweuh waktu gue buka kertas suara di bilik suara yang imut itu.

Kedua, cari rekam jejak dan prestasi para caleg itu macam mencari jarum didalam tumpukan jerami, yang disimpan di tumpukan kontainer di pelabuhan tanjung priuk. Bingung gak lo?

Menurut gue milih caleg jauh lebih susah dibanding ujian masuk universitas! Ini salah satu spesimen kertas suara dapil tempat gue milih tadi, kagak ada yang kenal orangnya!

Menurut gue milih caleg jauh lebih susah dibanding ujian masuk universitas! Ini salah satu spesimen kertas suara dapil tempat gue milih tadi, kagak ada yang kenal orangnya!

Meski banyak juga website atau platform lain yang menyajikan informasi tentang para caleg (nggak perlu gue sebutkan lagi). Sayangnya, sebagian besar data ya asalnya dari KPU juga. Gak jauh berbeda lah.

Sederhananya susah banget cari info detail tentang para caleg tersebut. Kecuali si caleg tadi kebetulan juga selebgram, seperti caleg super bening di Dapil Bengkulu ini.

Sumber : Instagram @parramitha

Sumber : Instagram @parramitha

Bening kan? Andai saja caleg dapil tempat gue nyoblos bening-bening macam gini, gue gak bakalan bingung milihnya. WKWKWKWK!

Doi ini selebgram, kabarnya sekretaris menteri, nyaleg juga. Informasinya saya dapatkan dari sini (Temanrakyat.id). Tapi mereka nggak rekomendasiin juga. Untung bukan di dapil tempat gue milih. Bisa khilag kan gue 😛

Tenang saja, ini bukan kampanye, udah lewat juga pilegnya. Nggak tau juga si mbak ini menang pemilu ini apa kagak. Wkwkwkw!

Ya, caleg di dapil tempat gue milih gak ada yang bening, itu berarti gue harus memakai akal sehat untuk cari informasi lebih lanjut sebelum pergi ke TPS tempat gue milih.

Terus…

Ngapain sih gue sampai mau repot cari info caleg segala? Udah, asal coblos aja CUK!

Jadi gini, sebagai engineer dan blogger gue selalu memutuskan sesuatu berdasarkan data dan fakta. Nulis tentang traveling di catperku.com sebagian besar juga berdasar pengalaman sendiri, dan fakta dari lapangan.

Jadi sebelum memilih, gue harus tau dulu seperti apa orang yang bakal gue pilih. Kemarin, dari gue melek sampai jam 3 dini hari di hari H di pemilu karena mau cari siapa caleg yang berhak atas satu suara saya.

Tetap saja, gue gagal untuk dapetin detail rekam jejak mereka. Beberapa alasanya adalah ini :

  1. Website KPU atau website lain yang menyediakan info para caleg ini super lemot, LAMBAT, beberapa kali gagal loading ,a;aj. Mungkin karena semua databasenya bersumber ke website KPU yang lemotnya naudzubillah, plus yang akses jutaan rakyat indonesia yang lagi kebingungan juga, jadinya semua website lain yang datanya ambil dari KPU ya ikutan lemot juga. Make sense gak?
  2. Data-data para caleg SEBAGIAN BESAR GAK LENGKAP CUY! Bahkan ada yang foto dan tanggal lahir pun tidak ada. Visi misi apalagi. Sekalinya ada VISI MISI, isinya cuma : “Paslon X PRESIDEN”, atau “Saya ingin memenangkan partai gue”.

Titiiiiiiiii……………………….. LAH! HIH!

Lu mau jadi caleg buat rakyat atau cuma buat partai elu doang cuy!?

Jadinya gue gemes banget sampe gak bisa tidur abis nyari-nyari informasi para caleg tadi. Abis subuh baru gue bisa merem, bangun jam 11 siang langsung cus untuk ke TPS.

Akhirnya, gue coblos capres pilihan, dan pilih para caleg secara random. Tentunya pake bismillah dulu, dan pilih partai yang peringkat korupsinya paling rendah.

Kelar sudah, akhirnya gue ikut pemilu untuk pertama kalinya dalam hidup gue. Semoga pilihan random gue berkah untuk Indonesia 5 tahun kedepan.

Tapi selesai itu, kok rasanya tetap ada yang ngeganjel ya dihati gue….

Apa karena takut capres gue kalah?

Enggak, bukan itu, karena buat gue, siapapun presidennya, kita tetap satu Indonesia coy. Presiden cuma satu orang, sementara Indonesia dijalankan oleh pemerintahan, yang isinya berarti juga para CALEG yang kita pilih ini. Sekali kita pilih yang ZONK, auto pilot lah Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Presiden cuma seorang, merea ada bejibun banyaknya? Makanya, KPK sering banget OTT para anggota legislatif ini kan. Yang pasti, sekarang setelah ikutan pemilu, gue bisa protes sekenceng-kencengnya kalau ada kebijakan yang enggak bener! Gak perlu lagi kesel sama orang yang bilang “Elu GOLPUT, ngapain protes cuk!”.

Lantas, yang ngeganjel apa dong?

Ituu, gimana ceritanya gue bisa tetap pilih caleg yang gak gue kenal, gak gue ketahui rekam jejaknya, dan gak jelas banget ni caleg yang gue coblos mau perjuangan siapa.

Udah terlanjur, semoga bener deh. Padahal sebelumnya gue juga udah niat banget cari informasi tentang para caleg tadi lho. Hanya saja, sistem informasi data para caleg emang BUSUK, BOBROK, NGGAK JELAS seperti yang udah gue utarakan diatas. Sorry for my language yak!

Ngomongin informasi, rekam jejak, dan prestasi para caleg kan harusnya para caleg tadi yang nyari kita, bukan kita mati-matian cari informasi tentang dia. Wong dia yang butuh suara kita.

Eh, dia cuma pasang SPANDUK DOANG yang ternyata lumayan sukses brainwash gue. Tapi tenang, gue gak pilih caleng yang gue liat spanduknya ada di jalan. Ngerusak pemandangan aja soalnya.

WOI, kritik doang lu CUK! SOLUSINYA MANA! IDENYA MANA?

Tenang, kali ini gue gak cuma kritik aja. Tapi mau coba kasih saran. Cuma karena gak tau saran ini harus kasih tau ke siapa, jadi gue tulis saja di Bloggerpi.com.

Ya sapa tau dianggap berguna dan bisa viral. Mayan kan trafficnya kalau gede. Penghasilan Google Adsense gue juga bakal NAEK! UPSSSSS!

Solusi Sederhana Dari Gue Untuk Menyajikan Informasi Rekam Jejak Dan Prestasi Para Calon Legislatif di Pemilu Mendatang

Sebenarnya ide ini muncul begitu saja waktu gue edit motovlog touring ke Batukaras gue yang terbaru dibawah ini.

Kamu bisa juga lihat video serem dibawah ini ya! (Lho malah promosi CUK)

Okee….!

Ide ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari konten video, youtube, dan platform media sosial berbasis video yang lain. Menurut gue, video ini adalah konten yang bakalan laris di masa depan. Jadi, kalau menurut gue ide ini gak terlalu buruk.

Nah, untuk idenya kira-kira ini…

Kenapa sih nggak ada aturan (WAJIB) buat para caleg untuk bikin video singkat, mengenai profil, rekam jejak, dan prestasi mereka. Sama alasan kenapa mereka harus kita pilih. Nggak perlu panjang-panjang, 5 menit juga cukup.

Lalu videonya ditaruh dimana?

Bisa di facebook, Instagram atau yang paling hits jaman sekarang yadi Youtube. Youtube siapa? Facebook fanspage siapa? Ya harus KPU yang pegang. Jadi KPU tinggal bikinin channel Youtube, atau fanspage resmi di facebook.

Nanti para caleg tinggal bikin videonya, buat dikumpulin ke KPU. Harusnya nggak susah, dan nggak perlu keluarin duit milyaran untuk ide ini. Apalagi katanya mau menjaring pemilih muda.

Facebook sama youtube  kan gratis. Malah kalau dimonetise, KPU bisa dapat duit dari Adsense dan Adbreaks facebook. Lumayan buat nambahin biaya pemilu yang puluhan triliun itu.

Jadi nanti di website KPU isinya tinggal data yang basic, plus embedd video mereka. Gak perlu loading banyak data dari database, itu artinya akan lebih cepat loadingnya.

Daripada kebanyakan data, loading lama, giliran halaman udah nongol isinya cuma. “Tidak Bersedia”.

KAN A**UUUUUU!

Nanti selesai pemilu tinggal dihapus konten videonya, untuk pemilu selanjutnya!

Coba ada berapa milyar atau triliun uang negara bisa dihemat disini?

Tapi serius, Ide sederhana seperti ini masak nggak terpikirkan sebelumnya ya?

Katanya sekarang sudah masuk revolusi Industri 4.0, yang online-online, era digital atau semacamnya lah. Gue gak tau, banyak banget istilahnya, tapi tetep aja menurut gue yang ada sekarang ini semacam masih berada di jaman FRIENDSTER CUK.

Ya sudahlah, gue juga baru dapet ide ini karena kezel setelah milih di TPS tadi. Gimana lagi~

Entah ide ini sampai pada yang bener atau enggak, sebagai anak bangsa, sebagai blogger saya hanya bisa menulis. Karena dengan menulis kamu bisa abadi.

Tsaaaah!

Semoga saja bisa diterima, kalaupun enggak semoga viral, biar saya dapat banyak Adsense! :p

***

PS: Kalau ada yang salah kata atau tulisan akan saya revisi, kalau ada ide menarik silahkan share di komentar, nanti akan saya tambahkan. Pardon my language, nulisnya sambil gemes soalnya CUK!

Leave a Reply